Beranda > Islami > MAU SUKSES MELALUI SHALAT ?

MAU SUKSES MELALUI SHALAT ?


Zaman dahulu, hampir semua orang yang mampu membaca mantera-mantera atau
jampi-jampi selalu dianggap sukses. Kalau tidak sukses dari sudut material,
mereka tetap disebut sebagai orang yang disegani di masyarakatnya. Mereka
menjadi orang yang dihormati dan dimuliakan. Mantera-mantera atau do’a-do’a
yang dibacakan, biasanya selalu manjur.

Seorang anak yang sakit demam kemudian diberikan segelas air putih yang
telah dibacakan mantera atau jampi, kemudian sembuh. Seorang gadis yang
belum dapat jodoh, setelah datang kepadanya dan dibacakan mantera, kemudian
segera mendapat jodohnya. Seorang miskin yang susah penghidupan ekonominya,
kemudian datang kepada orang yang mampu membaca mantera itu untuk minta
dido’akan agar murah rezeki, beberapa waktu kemudian, berubahnya kehidupan
ekonominya.

Itu hanyalah suatu contoh-contoh bagaimana kekuatan mantera-mantera itu
mampu mengubak kehidupan manusia dan masyarakat. Mantera-mantera adalah
istilah yang berarti “do’a” di dalam agama Hindu atau Budha. Do’a adalah
salah satu bentuk pengabdian seorang manusia sebagai makhluk kepada Tuhan
yang Maha Pencipta. Apakah di dalam agama Islam dapat kita temukan
“keajaiban” seperti yang terdapat di dalam agama Hindu atau Budha itu ?
Marilah kita periksa !

Orang Yang Sukses Melalui Shalat

Di dalam ritual shalat, terdapat rangkaian do’a-do’a seorang hamba kepada
Tuhannya. Dalam rangkaian do’a itu kita dapati bagaimana seorang hamba
memuji-muji dan berterima kasih (bersyukur) kepada Tuhannya atas apa yang
telah diberikan Tuhan kepadanya. Dalam shalat ini pun, si hamba ini juga
meminta petunjuk dan kemudahan terhadap jalan yang akan ditempuhnya ke
depan setelah shalat dilakukan. Dia juga meminta diberikan ampunan atas
segala dosa yang telah dibuatnya. Tak lupa juga meminta disayangi,
dicukupkan segala kebutuhannya, ditinggikan derajatnya, diberikan rizki
yang halal, selalu tak pernah putus dari petunjuk dan bimbingan-Nya,
memohon disehatkan jasman dan ruhani serta dimaafkan segala kekhilafannya.

Tak ada batas yang menghalangi antara hamba dan Tuhannya ketika si hamba
melakukan shalat untuk melakukan komunikasi dengan Tuhannya. Allah adalah
Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yang hanya Dia yang patut disembah oleh seluruh
makhluk, Tuhan yang Maha Memelihara seluruh ‘alam, Pemberi rizki dan
Pengabul seluruh do’a.

Orang-orang yang melakukan shalat dengan benar, juga dapat mengalami apa
yang dialami oleh orang-orang yang membacakan mantera. Seperti kita
ketahui, mantera-mantera adalah do’a-do’a. Shalat juga adalah do’a-do’a.
Kalau mau sukses, maka shalatlah ! Karena semua do’a yang disampaikan di
dalam shalat adalah untuk kesuksesan si hamba yang shalat itu selama hidup
di bumi ini dan berlanjut pada kehidupan berikutnya hingga berjumpa kembali
dengan Allah yang telah memerintahkan untuk hidup di bumi yang indah ini.

Marilah kita lihat kriteria apa yang diberikan Allah sebagai syarat sukses
bagi manusia.

Beriman

Beriman tidaklah cukup dengan percaya saja jika tidak meyakininya. Yakin
pun tidaklah cukup jika tidak diamalkan. Amal pun tidaklah akan ada artinya
jika tidak ditujukan sebagai pengabdian kepada Allah. Pengabdian pun
demikian juga, tidak akan bermakna jika tidak bersamaan dengan merasakan
kehadiran Allah bersama kita. Kehadiran bersama kita pun akan tak bermakna
jika kita tidak dapat berkomunikasi dengan-Nya. Pada Allah-lah segala
sesuatu itu ada, maka segala sesuatu itu bergantung kepada-Nya. Dari
Allah-lah segala sesuatu itu ada, maka segala sesuatu itu tidak ada yang
setara dengan-Nya. Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu, maka tidaklah
mungkin Allah itu memperanakkan, karena Dia itu Maha Pencipta bukan
beranak.

Beriman itu sungguh-sungguh lengkap keimanannya. Beriman itu meliputi multi
dimensi iman. Maka kesuksesan pastilah akan diraih oleh orang-orang yang
beriman. Simaklah firman Allah berikut ini:

“?? Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan
merekalah orang-orang yang beruntung [ialah orang-orang yang mendapat
apa-apa yang dimohonkannya kepadaAllah sesudah mengusahakannya]”.
(Al-Qur’an Surat Al-Baqarah [2]:5)

Orang-orang yang beriman pastilah dia akan melaksanakan shalat untuk
Tuhannya. Orang-orang yang shalat pastilah akan sukses.

Bersyukur

Dalam bahasa kita, bersyukur itu artinya adalah “berterima kasih”, yaitu
pernyataan “menerima atas dikasih”. Bersyukur kepada Allah, berarti
“menerima dengan senang hati segala apa yang dikaruniakan (diberikan)
Allah”. Kepada orang yang bersyukur ini, Allah telah menjanjikan “menambah
pemberian” berikutnya. Inilah firman-Nya yang menyebutkan tentang itu :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah(ni’mat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih””.
(Al-Qur’an, Surat Ibrahiim[14]:7)

Shalat, di dalamnya, seorang hamba menyampaikan rasa syukur kepada Allah,
Tuhannya. Jika kita shalat benar-benar untuk bersyukur kepada Allah,
pastilah kita akan sukses, karena itulah yang dijanjikan Allah. Bersyukur
atau menerima dengan senang hati suatu pemberian Allah, yang kita nyatakan
di dalam shalat, tentulah akan kita nyatakan pada perilaku kita
sehari-hari. Orang yang melaksanakan shalat, tentulah dia
bersyukur,  senang menerima pemberian, sekecil apa pun pemberian itu.
Bersyukur, pastilah tidak diiringi kekufuran (pengingkaran) kepada Allah
yang telah memberikan segala sesuatu itu. Shalatlah untuk bersyukur dan
nyatakanlah dalam perilaku keseharian kita, pasti kita akan sukses. Pasti !

Beramal Shaleh

Orang menyangka bahwa beramal shaleh itu hanyalah berkisar pada sedekah ke
sedekah saja. Tidak. Tidak hanya itu. Menurut Drs. Kholil Uman dan
kawan-kawan di dalam “Kamus Pintar Agama Islam”, terbitan Pustaka “Citra
Umbara”, Bandung, Juli-1995, Shaleh memiliki makna sebagai berikut :
“Taat dan sungguh-sungguh dalam menjalankan agama (peraturan hidup manusia
di bumi. Penulis). Juga merupakan sebutan bagi mereka yang senantiasa
melaksanakan dan memelihara ajaran agama karena Allah, tidak melakukan dosa
yang disengaja, segera memohon ampunan Allah. Ciri-ciri orang yang shaleh
yaitu : tenang, patuh, jujur, setia, memelihara dan mematuhi kewajibannya
kepada Allah serta menyerahkan diri kepada-Nya”.

Orang yang melaksanakan shalat, pastilah dia orang yang shaleh. Orang yang
shaleh pastilah dia akan sukses. Ini juga yang dijanjikan Allah kepada
kita. Firman Allah :

“Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan
menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari
karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka
Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan
memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada
Allah”. (Al-Qur’an Surat An-Nisaa[4]:173)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: